Pengaruh Pemberian Jus Semangka Terhadap Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi di RW 02 Kelurahan Periuk Jaya Kota Tangerang
DOI:
https://doi.org/10.52298/ihsj.v6i2.222Keywords:
Hipertensi, jus semangka, tekanan darah, terapi komplementer, keperawatan komunitasAbstract
Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang sering ditemukan dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai komplikasi apabila tidak dikendalikan dengan baik. Hasil pengkajian komunitas di RW 02 Kelurahan Periuk Jaya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, menunjukkan bahwa hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak ditemukan di wilayah tersebut. Oleh karena itu, diperlukan intervensi nonfarmakologis yang mudah dilakukan dan sesuai diterapkan di masyarakat. Semangka mengandung kalium, likopen, dan L-sitrulin yang berpotensi mendukung pengendalian tekanan darah. Tujuan: Mengetahui perubahan tekanan darah setelah pemberian jus semangka pada penderita hipertensi di RW 02 Kelurahan Periuk Jaya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan intervensi keperawatan komunitas dengan pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah pemberian jus semangka. Intervensi dilakukan pada 10 responden penderita hipertensi. Data tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum dan sesudah intervensi dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Rata-rata tekanan darah sistolik sebelum intervensi sebesar 166,00 mmHg dan setelah intervensi sebesar 153,10 mmHg, dengan penurunan rata-rata sebesar 12,90 mmHg. Rata-rata tekanan darah diastolik sebelum intervensi sebesar 98,00 mmHg dan setelah intervensi sebesar 91,00 mmHg, dengan penurunan rata-rata sebesar 7,00 mmHg. Berdasarkan kategori tekanan darah, sebelum intervensi terdapat 3 responden (30%) dengan hipertensi tingkat I dan 7 responden (70%) dengan hipertensi tingkat II. Setelah intervensi, terdapat 9 responden (90%) dengan hipertensi tingkat I dan 1 responden (10%) dengan hipertensi tingkat II. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan tekanan darah sistolik (Z = -2,646; p = 0,008) dan diastolik (Z = -2,449; p = 0,014) sebelum dan sesudah pemberian jus semangka. Kesimpulan: Pada 10 responden dalam penelitian ini, terdapat perbedaan tekanan darah sebelum dan sesudah pemberian jus semangka. Hasil penelitian ini terbatas pada responden yang diteliti dan tidak dapat digeneralisasikan pada seluruh penderita hipertensi.

