Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Penderita Tuberkulosis
DOI:
https://doi.org/10.52298/ihsj.v6i2.219Keywords:
Dukungan Keluarga, kepatuhan minum obat, tuberkulosis paru, pasien tuberculosis, pengobatan antituberkulosisAbstract
Latar Belakang: Kepatuhan minum obat merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan pengobatan, khususnya pada pasien yang menjalani terapi jangka panjang. Rendahnya kepatuhan minum obat dapat menyebabkan kegagalan terapi, meningkatkan risiko komplikasi penyakit, dan menurunkan kualitas hidup pasien. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi kepatuhan minum obat adalah dukungan keluarga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Menggunakan Total Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 69 responden yang dipilih sesuai dengan kriteria penelitian. Variabel independen adalah dukungan keluarga, sedangkan variabel dependen adalah kepatuhan minum obat. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner MMAS-8, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil uji dukungan keluarga sebagian besar buruk 85.5% sedangkan kepatuhan minum obat Sebagian bessar rendah 92,8%, uji Chi-Square diperoleh nilai p-value = 0,019, sehingga p < 0,05 yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat. Kesimpulan: Semakin baik dukungan keluarga yang diterima pasien, semakin tinggi tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan. Oleh karena itu, keterlibatan keluarga perlu ditingkatkan dalam upaya mendukung keberhasilan terapi dan meningkatkan status kesehatan pasien.

