Faktor-Faktor yang berhubungan dengan Tingkat Stres Warga Binaaan Kasus Narkotika di Lembaga Pemasyarakatan

Authors

  • Arif Rahman Hakim Program Studi Keperawatan, Politeknik Negeri Madura , Indonesia
  • Prastomo Suhendro Program Studi Keperawatan, Politeknik Negeri Madura , Indonesia
  • Robbiyatin Nur Azizah Program Studi Keperawatan, Politeknik Negeri Madura , Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52298/ihsj.v6i2.218

Keywords:

Tingkat stress, warga binaan, kesehatan mental, lembaga pemasyarakatan, determinan stress

Abstract

Latar Belakang: Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) merupakan kelompok yang rentan mengalami gangguan kesehatan mental, khususnya stres, akibat kehilangan kebebasan, keterpisahan dari keluarga, stigma sosial, serta berbagai tekanan selama menjalani masa pidana. Identifikasi faktor-faktor yang memengaruhi tingkat stres diperlukan sebagai dasar penyusunan program pembinaan dan pelayanan kesehatan mental di lembaga pemasyarakatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi tingkat stres Warga Binaan Pemasyarakatan di Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah Warga Binaan Pemasyarakatan di Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan, dengan jumlah sampel sebanyak 69 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Tingkat stres diukur menggunakan Perceived Stress Scale (PSS). Analisis data meliputi analisis univariat, analisis bivariat menggunakan uji Mann–Whitney U dan Kruskal–Wallis, serta analisis multivariat menggunakan regresi logistik ordinal dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil: Sebagian besar responden berada pada kelompok usia dewasa (66,7%), bekerja sebagai wiraswasta sebelum menjalani masa pidana (68,1%), berstatus cerai (43,5%), dan berpendidikan SMA (26,1%). Mayoritas responden mengalami tingkat stres sedang (50,7%), diikuti stres berat (47,8%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa usia (p = 0,936) dan pekerjaan (p = 0,578) tidak berhubungan secara signifikan dengan tingkat stres, sedangkan status pernikahan (p < 0,001) dan tingkat pendidikan (p = 0,001) berhubungan secara signifikan dengan tingkat stres. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa status pernikahan merupakan faktor yang paling berhubungan dengan tingkat stres setelah dikontrol oleh variabel usia, pekerjaan, dan tingkat pendidikan (B = 4,858; p = 0,001). Kesimpulan: Status pernikahan merupakan faktor dominan yang memengaruhi tingkat stres Warga Binaan Pemasyarakatan di Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan. Penguatan dukungan keluarga dan layanan kesehatan mental perlu menjadi bagian penting dalam program pembinaan untuk menurunkan tingkat stres dan meningkatkan kesejahteraan psikologis WBP.

Downloads

Published

2026-09-25

How to Cite

Hakim, A. R., Suhendro , P., & Nur Azizah, R. (2026). Faktor-Faktor yang berhubungan dengan Tingkat Stres Warga Binaaan Kasus Narkotika di Lembaga Pemasyarakatan . Indonesian Health Science Journal, 6(2), 113–125. https://doi.org/10.52298/ihsj.v6i2.218

Issue

Section

Articles

Citation Check

Most read articles by the same author(s)