Indonesian Health Science Journal https://ojsjournal.unt.ac.id/index.php/ihsj <p>Indonesian Health Science Journal (IHSJ) is published by Universitas Nazhatut Thullab Al-Muafa Sampang which is published twice a year in March and October. This journal aims to provide a forum for researchers and practitioners to share knowledge from research in the field of health science. This journal accepts original research, case studies, case report and literature reviews.</p> Universitas Nazhatut Thullab Al- Muafa Sampang en-US Indonesian Health Science Journal 2775-4553 Kualitas Hidup Lansia Penderita Hipertensi yang Tinggal di Wilayah Pesisir https://ojsjournal.unt.ac.id/index.php/ihsj/article/view/129 <p><strong>Latar Belakang:</strong> Populasi lansia dan meningkatnya prevalensi hipertensi di kalangan lansia di wilayah pesisir menimbulkan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan. Kehidupan pesisir memiliki keuntungan sekaligus tantangan yang memengaruhi kualitas hidup (QOL) lansia. Studi ini mengeksplorasi QOL dan faktor-faktor terkaitnya pada lansia dengan hipertensi yang tinggal di wilayah pesisir Madura, Jawa Timur, Indonesia. <strong>Metode: </strong>Desain penelitian ini adalah <em>cross-sectional </em>yang mengundang 140 lansia berusia 60–80 tahun sebagai partisipan dengan cara <em>purposive samoling</em>. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Kualitas Hidup dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHOQOL-BREF) untuk mengukur kualitas hidup partisipan melalui empat domain, yaitu kesehatan fisik, psikologis, hubungan sosial, dan lingkungan. Analisis hubungan antar variabel dialkukan dengan menggunakan uji <em>t</em>-test dengan signifikansi statistik p &lt; 0,05. <strong>Hasil: </strong>Temuan penelitian menunjukkan bahwa peserta paruh baya (usia 70–80) menunjukkan skor kualitas hidup (QOL) yang lebih tinggi dalam hal kesehatan fisik, kesejahteraan psikologis, dan lingkungan dibandingkan dengan peserta muda (usia 60–69). Peserta laki-laki menunjukkan skor Kualitas Hidup (QOL) yang lebih tinggi daripada perempuan, terutama dalam hal kesehatan fisik, psikologis, dan hubungan sosial. Status perkawinan dan tingkat pendidikan tidak berhubungan signifikan dengan kualitas hidup (<em>p</em>&gt;.05). Nelayan memiliki skor kualitas hidup (QOL) keseluruhan tertinggi, menunjukkan bahwa kepuasan kerja memainkan peran penting dalam kesejahteraan lansia. Selain itu, durasi hipertensi tidak berdampak signifikan terhadap kualitas hidup (QOL), yang menunjukkan adanya manajemen diri yang efektif di antara peserta. <strong>Kesimpulan: </strong>Jenis kelamin dan status pekerjaan merupakan satu-satunya faktor yang berhubungan signifikan dengan kualitas hidup (QOL) pada lansia penderita hipertensi di wilayah pesisir. Temuan ini menyoroti perlunya intervensi yang terarah, terutama bagi perempuan lansia dan individu yang tidak bekerja, untuk meningkatkan QOL. Para pemangku kebijakan harus berfokus pada peningkatan aksesibilitas layanan kesehatan, inklusi sosial, dan program dukungan ekonomi yang disesuaikan dengan populasi lansia di wilayah pesisir.</p> Arif Rahman Hakim Endang Fauziyah Susilawati Syaifurrahman Hidayat Mukhlish Hidayat Copyright (c) 2025 Indonesian Health Science Journal 2025-09-30 2025-09-30 5 2 165 173 10.52298/ihsj.v5i2.129 Pengaruh Perilaku Keluarga Sadar Gizi, Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita di Kecamatan Sangia Wambulu Kabupaten Buton Tengah https://ojsjournal.unt.ac.id/index.php/ihsj/article/view/137 <p><strong>Pendahuluan: </strong>Stunting merupakan masalah gizi yang signifikan di Indonesia, terutama di daerah-daerah terpencil seperti Kecamatan Sangia Wambulu, Kabupaten Buton Tengah. Pengetahuan ibu, perilaku keluarga sadar gizi, dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) diyakini memiliki pengaruh terhadap kejadian stunting. <strong>Tujuan: </strong>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku keluarga sadar gizi, terhadap kejadian stunting di Kecamatan Sangia Wambulu Kabupaten Buton Tengah. <strong>Metode: </strong>Penelitian ini merupakan sebuah studi observasional dengan desain penelitian <em>cross sectional study. </em>Dengan jumlah sampel sebanyak 87 responden dengan teknik pengambilan sampel adalah <em>purposive sampling, </em>alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data di analisis menggunakan uji <em>chi square</em>, dan uji regeresi logistik, dengan baplikasi spss versi 25.0. <strong>Hasil: </strong> Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku keluarga sadar gizi, seperti menimbang berat badan rutin (p = 0,053), pemberian ASI eksklusif (p = 0,583), dan konsumsi makanan beragam (p = 0,001), menggunakan garam beryodium ( p = 1,000) , dan mengkonsumsi suplemen gizi (p = 1,000). <strong>Kesimpulan:</strong> mengkonsumsi makanan yang beragam memiliki pengaruh signifikan terhadap kejadian stunting pada balita, sedangkan menimbang berat badan secara rutin, memberikan asi eksklusif, konsumsi garam beryodium dan konsumsi sumplemen gizi tidak memiliki hubungan dengan kejadian stunting pada balita. Oleh karena itu, program-program yang meningkatkan pengetahuan ibu tentang gizi dan PHBS harus diperkuat untuk menurunkan angka stunting di daerah tersebut.</p> Shola Shobrina Sukarya Wa Ode Salma Jafriati Copyright (c) 2025 Indonesian Health Science Journal 2025-09-30 2025-09-30 5 2 129 139 10.52298/ihsj.v5i2.137 Perbedaan Buerger Allen Exercise Terhadap Nilai Ankle Brachial Index (ABI) Pada Lansia Penderita Diabetes Melitus https://ojsjournal.unt.ac.id/index.php/ihsj/article/view/135 <p>Lansia merupakan kelompok masyarakat yang telah memasuki tahap akhir kehidupan dan akan melalui proses yang disebut penuaan. Lansia adalah kelompok orang yang memiliki risiko besar mengalami berbagai jenis penyakit degeneratif, seperti asam urat, hipertensi, dan diabetes mellitus (DM). Hasil Studi Pendahuluan Masih adanya angka kejadian rendahnya nilai ABI pada lansia penderita Diabetes Mellitus 5 orang dengan PAP sedang dan 2 orang dengan PAP Berat. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh <em>buerger allen exercise </em>(BAE) terhadap <em>nilai ankle brachial index</em> (ABI) pada lansia penderita diabetes mellitus di Posyandu Lansia Kelurahan Mlajah Bangkalan. Penelitian ini imenggunakan metode<em> quasy eksperimental </em>dengan menggunakan<em> pre test post test with control grup desain.</em> Dengan Populasi 50 orang dan sampel 30 orang menggunakan metode <em>perposive sampling, </em>variabel independen <em>Buerger</em><em> Allen Exercise</em> dan variabel dependen <em>Ankle Brachial Index </em>dengan instrument penelitian <em>Syphgmomanometer</em>. Uji statistik menggunkan <em>wilcoxon signed rank test </em>(α=0,05) dan uji antar kelompok menggunakan <em>mann-whitney </em>(α=0,05)<em>. No uji layak etik 2122/ΚΕΡΚ/STIKES-ΝΗΜ/EX/V/2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok perlakuan dengan uji wilcoxon didapatkan p value (0,001) &lt; α (0,05) ada perbedaan nilai ABI sebelum dan sesudah dilakukan BAE. pada kelompok kontrol didapatkan p value (0,001) &lt; α (0,05) terdapat perbedaan nilai abi setelah diberikan senam kaki diabetik dan uji antar kelompok menggunakan uji mann-whitney dengan hasil uji p value = (0,618) &gt; α (0,05) yang menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan terhdap nilai ankle brachial index. Disarankan pada penderita DM secara rutin melakukan Buerger Allen Exercise agar pembuluh darah pada kaki menjadi lancar dan Nilai ABI normal.</em></p> Agus Priyanto Faridatul Istibsaroh Mulihatul Hidayah Copyright (c) 2025 Indonesian Health Science Journal 2025-09-30 2025-09-30 5 2 174 180 10.52298/ihsj.v5i2.135 Pengaruh Edukasi Evakuasi dan Transportasi Medis Pre Hospital Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Skill Relawan Bencana Jawa Timur https://ojsjournal.unt.ac.id/index.php/ihsj/article/view/147 <p><strong>Latar Belakang:</strong> Tenaga sukarela respons bencana memegang peranan vital dalam menyediakan bantuan awal bagi korban sebelum mencapai fasilitas medis. Meskipun demikian, sebagian besar tenaga sukarela masih memiliki keterbatasan pengetahuan dan kemampuan dalam menjalankan prosedur evakuasi serta transportasi medis, yang dapat menimbulkan risiko komplikasi cedera pada para korban. Program edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas tenaga sukarela dalam menangani situasi darurat. <strong>Tujuan Penelitian:</strong> Mengkaji dampak program edukasi evakuasi dan transportasi medis pra-rumah sakit pada penguatan pengetahuan dan kapasitas tenaga sukarela penanggulangan bencana. <strong>Metodologi:</strong> Studi ini menerapkan rancangan <em>Pra-Eksperimental menggunakan pendekatan One-Group Pretest-Posttest Design</em>. Subjek penelitian mencakup 60 tenaga sukarela bencana yang diseleksi dengan purposive sampling. Teknik pengumpulan data terdiri dari kuesioner pengetahuan (20 butir soal). Pengolahan data menggunakan uji Wilcoxon dengan taraf alpha 0,05. <strong>Hasil:</strong> Skor rerata pengetahuan mengalami kenaikan dari 100,0 (kategori rendah) ke 91,6 (kategori tinggi) setelah edukasi (p=0,000). Sementara skor rerata kapasitas naik dari 66,6 (kategori kurang) ke 91,6 (kategori baik) pasca-edukasi (p=0,000). Temuan ini membuktikan bahwa edukasi memberikan dampak bermakna pada peningkatan pengetahuan dan kapasitas tenaga sukarela. <strong>Simpulan:</strong> Program edukasi evakuasi dan transportasi medis pra-rumah sakit terbukti memberikan dampak bermakna dalam memperkuat pengetahuan dan kapasitas tenaga sukarela bencana di SRPB Jatim. Direkomendasikan kepada institusi kebencanaan untuk secara berkala mengadakan program edukasi dan drill simulasi guna meningkatkan kesiapsiagaan tenaga sukarela.</p> Dini Prastyo Wijayanti Agus Sulistyowati Risti Puji Listari Copyright (c) 2025 Indonesian Health Science Journal 2025-09-30 2025-09-30 5 2 158 164 10.52298/ihsj.v5i2.147 Pengaruh Ekstrak Bawang Merah Terhadap Kadar Malondialdehid Jejunum Tikus Putih (Rattus Norvegicus) yang Diinduksi dengan Ketorolac https://ojsjournal.unt.ac.id/index.php/ihsj/article/view/132 <p>Penggunaan obat antiinflamasi non-steroid (NSAID) seperti ketorolac diketahui dapat menyebabkan stres oksidatif melalui peningkatan produksi radikal bebas, yang ditandai dengan peningkatan kadar malondialdehid (MDA). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh ekstrak etanol umbi bawang merah (<em>Allium cepa L.</em>) terhadap kadar MDA pada jejunum tikus putih (<em>Rattus norvegicus</em>) yang diinduksi dengan ketorolac. Penelitian ini menggunakan desain true experimental dengan 25 ekor tikus putih jantan yang dibagi dalam 5 kelompok perlakuan: kontrol positif (sehat), kontrol negatif (ketorolac), kelompok P1 (ranitidin), dan dua kelompok dosis ekstrak umbi bawang merah (100 mg/kgBB dan 200 mg/kgBB). Diawali dengan validasi metode, hasil pengukuran kadar MDA menggunakan spektrofotometri UV-Vis menunjukkan bahwa ekstrak etanol umbi bawang merah mampu menurunkan kadar MDA secara signifikan dibandingkan kelompok yang hanya diinduksi ketorolac (p &lt; 0,05). Dosis 200 mg/kgBB menunjukkan efektivitas yang lebih tinggi dibandingkan 100 mg/kgBB. Temuan ini menunjukkan potensi ekstrak umbi bawang merah sebagai agen antioksidan alami dalam menurunkan kadar MDA pada jejunum akibat stres oksidatif yang diinduksi ketorolac.</p> Rizqiyah Amalia Fitroh Fahmi Dimas Abdul Azis Umi Narsih Copyright (c) 2025 Indonesian Health Science Journal 2025-09-17 2025-09-17 5 2 89 96 10.52298/ihsj.v5i2.132 Edukasi eMAMA dalam Meningkatkan Pengetahuan Ibu Hamil terhadap faktor Risiko Kematian Maternal https://ojsjournal.unt.ac.id/index.php/ihsj/article/view/138 <p>Pendahuluan: Kematian maternal masih menjadi tantangan besar dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak, terutama di negara berkembang. Pengetahuan ibu hamil yang terbatas mengenai faktor risiko kehamilan sering menghambat deteksi dini dan upaya pencegahan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas aplikasi edukasi digital eMAMA dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai faktor risiko kematian maternal. Metode: Penelitian menggunakan desain pra-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Populasi adalah seluruh ibu hamil trimester II dan III yang melakukan kunjungan antenatal care di salah satu puskesmas selama Juli 2025. Teknik sampling adalah total sampling dengan jumlah responden 21 orang. Pengukuran pengetahuan dilakukan melalui kuesioner pretest dan posttest. Uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk dan analisis perbedaan skor pengetahuan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 15,95 (pretest) menjadi 21,05 (posttest) dengan selisih 5,10 poin. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest (p = 0,000). Temuan ini menunjukkan bahwa aplikasi eMAMA efektif meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai faktor risiko kematian maternal. Kesimpulan: Aplikasi eMAMA merupakan media edukasi yang efektif, mudah diakses, dan interaktif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil. Implementasinya dapat mendukung program kesehatan ibu dengan mendorong kesadaran dan pencegahan dini komplikasi kehamilan.</p> Novela Eka Candra Dewi Vivin Nur Hafifah Copyright (c) 2025 Indonesian Health Science Journal 2025-09-30 2025-09-30 5 2 122 128 10.52298/ihsj.v5i2.138 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemanfaatan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak Wilayah Pesisir di Puskesmas Kaleroang Kabupaten Morowali https://ojsjournal.unt.ac.id/index.php/ihsj/article/view/136 <table> <tbody> <tr> <td> <p><strong>Pendahuluan: </strong>Wilayah pesisir, seperti yang terjadi di Puskesmas Kaleroang, menghadapi tantangan dalam penyediaan layanan kesehatan yang optimal, yang berimbas pada rendahnya tingkat pemanfaatan layanan kesehatan oleh masyarakat setempat, hal ini dibuktikan dengan data bahwa jumlah kunjungan ibu hamil di Puskesmas Kaleroang&nbsp; pada tahun 2021, 22,8 % tahun 2022 28,8 %, dan di tahun 2023 sebesar 24,7%. <strong>Tujuan: </strong>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan layanan kesehatan ibu dan anak di wilayah pesisir, khususnya di Puskesmas Kaleroang. <strong>Metode: </strong>Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik dengan pendekatan <em>cross sectional</em> <em>study</em> yang dilaksanakan pada bulan juli 2024 di puskesmas Kaleroang dengan populasi penelitian sebanyak 1425 orang. Pengambilan sampel dengan cara <em>cluster random sampling</em> sebanyak 104 orang, alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data yang di peroleh melakukan uji chi square dan uji regeresi logistic, dengan baplikasi spss versi 25.0.&nbsp; <strong>Hasil: </strong>Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pendidikan, pengetahuan, sikap, pendapatan dan sosial budaya terhadap pemanfaatan layanan kesehatan ibu dan anak wilayah pesisir di Puskesmas Kaleroang secara signifikan (p &lt; 0,05). Pendidikan dengan nilai (p value 0,000, OR = 10.000) menjadi faktor paling berpengaruh terhadap pemanfaatan layanan kesehatan ibu dan anak wilayah pesisir di puskesmas kaleroang. <strong>Kesimpulan:</strong> Pemanfaatan layanan kesehatan ibu dan anak di wilayah pesisir, khususnya di Puskesmas Kaleroang, dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari sisi individu maupun fasilitas layanan kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan Upaya&nbsp; untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat&nbsp; dengan memberikan penyuluhan tentang layanan KIA terutama tentang semua&nbsp; jenis layanan KIA agar pemanfaatan&nbsp; layanan KIA dapat komprhensif</p> </td> </tr> </tbody> </table> Nuraisyah Asnia Zainuddin Wa Ode Salma Copyright (c) 2025 Indonesian Health Science Journal 2025-09-30 2025-09-30 5 2 108 121 10.52298/ihsj.v5i2.136 Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat dengan Kepatuhan Lansia dalam Melakukan Kontrol Hipertensi di Rumah Sakit Kota Kediri https://ojsjournal.unt.ac.id/index.php/ihsj/article/view/152 <p>Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang banyak dialami lansia dan memerlukan pengobatan jangka panjang. Kepatuhan lansia dalam melakukan kontrol rutin menjadi faktor penting untuk mencegah komplikasi dan menurunkan risiko mortalitas. Komunikasi terapeutik perawat berperan dalam membangun hubungan saling percaya, memberikan informasi yang jelas, serta memotivasi pasien agar patuh pada regimen pengobatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan kepatuhan lansia dalam melakukan kontrol hipertensi di Rumah Sakit Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Populasi penelitian adalah pasien lansia yang menjalani kontrol hipertensi di poliklinik penyakit dalam. Sampel diambil dengan teknik accidental sampling sesuai kriteria inklusi didapatkan sejumlah 58 orang. Instrumen penelitian berupa kuesioner komunikasi terapeutik perawat dan kepatuhan kontrol hipertensi yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan Uji korelasi <em>Spearman Rank</em> dengan <em>p-value</em> 0,000 (r = 0,849). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai komunikasi terapeutik perawat berada pada kategori baik, dan tingkat kepatuhan kontrol hipertensi responden juga tergolong tinggi. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara komunikasi terapeutik perawat dengan kepatuhan lansia dalam melakukan kontrol hipertensi, dengan arah hubungan positif. Kesimpulan penelitian ini adalah semakin baik komunikasi terapeutik perawat, maka semakin tinggi pula tingkat kepatuhan lansia dalam melakukan kontrol hipertensi. Implikasi praktis dari temuan ini adalah pentingnya pelatihan komunikasi terapeutik bagi perawat sebagai bagian dari strategi manajemen hipertensi pada lansia untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan dan mencegah komplikasi jangka panjang.</p> Giovanni Iga Firmanda Rita Dewi Sunarno Wahyu Nur Pratiwi Copyright (c) 2025 Indonesian Health Science Journal 2025-09-30 2025-09-30 5 2 140 147 10.52298/ihsj.v5i2.152 Kesiapan Perawat Dalam Menyusun Media Edukasi Berbasis Video Interaktif https://ojsjournal.unt.ac.id/index.php/ihsj/article/view/133 <p>Perawat memegang peran penting dalam edukasi kesehatan, namun selama ini pemberian edukasi pada pasien di Puskesmas Banyuanyar masih menggunakan media cetak dalam bentuk leaflet yang kurang menarik dan seringkali diabaikan oleh klien, hal ini masih belum mengikuti perkembangan jaman dan memiliki resiko mengalami penurunan dalam efektifitasnya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan perawat dalam menyusun media edukasi berbasis video interaktif di wilayah kerja Puskesmas Banyuanyar Sampang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kuantitatif yaitu jenis penelitian yang menggambarkan suatu fenomena hasil penelitian dengan pendekatan survei, populasi yang diambil seluruh perawat di wilayah kerja Puskesmas Banyuanyar Sampang berjumlah 43 orang, menggunakan teknik total sampling. penelitian ini menggunakan quesioner closeended dengan jenis skala likert, dengan pengolahan dan analisa data menggunakan coding, editing, scoring, tabulating dan interpretating dalam bentuk tabel dan narasi. Hasil: sebagian besar responden sebanyak 26 orang (60%) dikategorikan dalam siap menyusun video interaktif, dan sebagian kecil responden sebanyak 4 orang (9%) memiliki kategori sangat siap dalam menyusun video interaktif. Sebanyak 30% responden tidak siap dalam menyusun video interaktif. Kesimpulan: Perawat di Wilayah Kerja Puskesmas Banyuanyar Sampang dinyatakan siap dalam menyusun media edukasi berbasis video interaktif, yang menandakan adanya potensi pengembangan media edukasi digital dalam pelayanan kesehatan primer. Selain untuk pengembangan bagi keperawatan selanjutnya bagi yang siap, pengembangan ini juga akan bermanfaat untuk meningkatkan kesiapan perawat yang tidak siap</p> Hilmah Noviandry R Abdan Syakura Adinda Nur Brillyana Mohammad Shiddiq Suryadi Copyright (c) 2025 Indonesian Health Science Journal 2025-09-30 2025-09-30 5 2 97 107 10.52298/ihsj.v5i2.133 Pengalaman Penderita Penyakit Kusta : Studi Fenomenologi https://ojsjournal.unt.ac.id/index.php/ihsj/article/view/146 <p>Latar Belakang: Kusta (Morbus Hansen) merupakan penyakit infeksi kronis pada kulit yang disebabkan oleh Mycobacteium Leprae yang membuat penderitanya memiliki masalah pada beberapa aspek bukan hanya dari segi fisik melainkan masalah psikologis. Permasalahan yang ada tersebut terjadi berlarut larut sehingga berdampak pada masalah ekonomi penderita kusta yang memilih untuk tidak berinteraksi dengan masyarakat bahkan tidak bekerja sebab penderita kusta takut dikucilkan oleh masyarakat. Tujuan: untuk mengekplorasi pengalaman penderita penyakit kusta dalam kehidupan sehari-hari. Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitan ini adalah penelitian kualitatif yang berfokus pada pendekatan fenomenologis. Partisipan yang diambil pada penelitian ini berjumlah 11 orang yang memiliki kriteria merupakan penderita penyakit kusta di wilayah kerja Puskesmas Talango. Langkah analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data Colaizzi. Hasil : Penelitian ini menghasilkan 3 tema, yaitu Stigma terhadap penderita kusta dengan subtema self stigma, identity stigma, Dampak psikologis dengan subtema jenis dampak psikologis dan penyebab dampak psikologis, dan Upaya pencarian pengobatan. Kesimpulan: Dampak psikologis (ansietas, stres, gangguan konsep diri dan menarik diri) merupakan suatu pengalaman yang sangat dirasakan oleh penderita kusta, stigma adalah faktor penyebab dari dampak psikologis baik stigma yang berasal dari siri sendiri maupun dari masyarakat sehingga hal tersebut berujung kepada upaya pencarian pengobatan yang tidak tepat.</p> Mukhlish Hidayat Arif Rahman Hakim Sofyan Atika Jatimi Novela Eka Candra Dewi Copyright (c) 2025 Indonesian Health Science Journal 2025-09-30 2025-09-30 5 2 148 157 10.52298/ihsj.v5i2.146