Junk Food Consumption, Hypertension, and Heart Failure Risk: A Cross-Sectional Study in Tuban

Authors

  • Ahmad Fauziansyah zian Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban, Indonesia
  • Mohammad Fahrul Arifin Arifin Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban, Indonesia
  • Dwi Intan Pakuwita AR Intan Universitas Nazhatut Thullab Al-Muafa Sampang, Indonesia
  • Risma Mega Mustika Dwi Milenia Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban, Indonesia
  • Pramesti Dwi Cahyani Pramesti Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52298/ihsj.v6i1.170

Keywords:

Junk food, hipertensi , gagal jantung, gaya hidup, Tuban

Abstract

Latar Belakang: Perubahan gaya hidup masyarakat modern ditandai dengan meningkatnya konsumsi junk food yang mengandung tinggi garam, lemak jenuh, dan kalori. Pola makan tersebut berkontribusi terhadap meningkatnya kejadian hipertensi, yang apabila tidak terkontrol dapat berkembang menjadi gagal jantung. Kabupaten Tuban menunjukkan prevalensi hipertensi yang relatif tinggi, sehingga diperlukan kajian ilmiah mengenai faktor risiko yang dapat dimodifikasi, khususnya pola konsumsi makanan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan konsumsi junk food dengan kejadian hipertensi serta implikasinya terhadap risiko gagal jantung pada masyarakat di Kabupaten Tuban. Metode: Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 200 responden dewasa yang dipilih sesuai kriteria inklusi  yaitu: (1) masyarakat yang berdomisili di Kabupaten Tuban, (2) berusia ≥18 tahun, (3) bersedia menjadi responden dan menandatangani informed consent, serta (4) mampu berkomunikasi dan mengisi kuesioner dengan baik. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur untuk menilai frekuensi konsumsi junk food dan pengukuran tekanan darah menggunakan alat sphygmomanometer dan stetoskop. Analisis data meliputi analisis univariat, bivariat dengan uji Chi-Square, serta analisis multivariat menggunakan regresi logistik dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 58,0% responden sering mengonsumsi junk food dan 62,0% mengalami hipertensi. Terdapat hubungan yang bermakna antara konsumsi junk food dan kejadian hipertensi (p = 0,001). Analisis multivariat menunjukkan bahwa konsumsi junk food yang tinggi meningkatkan risiko hipertensi sebesar 2,63 kali (OR = 2,63; 95% CI: 1,48–4,68). Hipertensi juga terbukti sebagai faktor risiko signifikan terhadap terjadinya gagal jantung. Kesimpulan: Kesimpulannya, konsumsi junk food berhubungan signifikan dengan kejadian hipertensi dan berkontribusi terhadap peningkatan risiko gagal jantung. Upaya pengendalian pola makan dan penerapan gaya hidup sehat perlu diprioritaskan sebagai strategi pencegahan penyakit kardiovaskular di Kabupaten Tuban.

Downloads

Published

2026-03-30

How to Cite

zian, A. F., Arifin, M. F. A., Intan, D. I. P. A., Risma Mega Mustika Dwi Milenia, & Pramesti, P. D. C. (2026). Junk Food Consumption, Hypertension, and Heart Failure Risk: A Cross-Sectional Study in Tuban . Indonesian Health Science Journal, 6(1), 29–36. https://doi.org/10.52298/ihsj.v6i1.170

Issue

Section

Articles

Citation Check