Pengaruh Ekstrak Bawang Merah Terhadap Kadar Malondialdehid Jejunum Tikus Putih (Rattus Norvegicus) yang Diinduksi dengan Ketorolac

Authors

  • Rizqiyah Amalia Fitroh Universitas Hafshawaty, Indonesia
  • Fahmi Dimas Abdul Azis Universitas Hafshawaty, Indonesia
  • Umi Narsih Universitas Hafshawaty, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52298/ihsj.v5i2.132

Keywords:

kadar malondialdehid, antioksidan, rattus norvegicus, allium cepa L.

Abstract

Penggunaan obat antiinflamasi non-steroid (NSAID) seperti ketorolac diketahui dapat menyebabkan stres oksidatif melalui peningkatan produksi radikal bebas, yang ditandai dengan peningkatan kadar malondialdehid (MDA). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh ekstrak etanol umbi bawang merah (Allium cepa L.) terhadap kadar MDA pada jejunum tikus putih (Rattus norvegicus) yang diinduksi dengan ketorolac. Penelitian ini menggunakan desain true experimental dengan 25 ekor tikus putih jantan yang dibagi dalam 5 kelompok perlakuan: kontrol positif (sehat), kontrol negatif (ketorolac), kelompok P1 (ranitidin), dan dua kelompok dosis ekstrak umbi bawang merah (100 mg/kgBB dan 200 mg/kgBB). Diawali dengan validasi metode, hasil pengukuran kadar MDA menggunakan spektrofotometri UV-Vis menunjukkan bahwa ekstrak etanol umbi bawang merah mampu menurunkan kadar MDA secara signifikan dibandingkan kelompok yang hanya diinduksi ketorolac (p < 0,05). Dosis 200 mg/kgBB menunjukkan efektivitas yang lebih tinggi dibandingkan 100 mg/kgBB. Temuan ini menunjukkan potensi ekstrak umbi bawang merah sebagai agen antioksidan alami dalam menurunkan kadar MDA pada jejunum akibat stres oksidatif yang diinduksi ketorolac.

Downloads

Published

2025-09-17

How to Cite

Fitroh, R. A., Azis, F. D. A., & Narsih, U. (2025). Pengaruh Ekstrak Bawang Merah Terhadap Kadar Malondialdehid Jejunum Tikus Putih (Rattus Norvegicus) yang Diinduksi dengan Ketorolac . Indonesian Health Science Journal, 5(2), 89–96. https://doi.org/10.52298/ihsj.v5i2.132

Issue

Section

Articles

Citation Check