Persaingan Dompet Digital di Indonesia: Analisis Tren Google dan Machine Learning pada GoPay, OVO, dan DANA
DOI:
https://doi.org/10.52298/joebis.v2i1.89Kata Kunci:
Dompet Digital, Google Trends, Minat Publik, Peramalan Deret Waktu, Fintech IndonesiaAbstrak
Penelitian ini menganalisis lanskap persaingan tiga platform dompet digital teratas di Indonesia—GoPay, OVO, dan DANA—dengan menggunakan data Google Trends dari Mei 2020 hingga Mei 2025. Melalui pendekatan kuantitatif dan analisis deskriptif berbasis machine learning, seperti klasterisasi K-Means, dekomposisi musiman, dan teknik peramalan (model ARIMA dan Prophet), penelitian ini menelusuri minat publik berdasarkan volume pencarian sebagai proksi perhatian pengguna. Hasil menunjukkan bahwa DANA unggul secara signifikan, mencapai puncaknya pada 100 poin pencarian pada Februari 2025, serta menunjukkan amplitudo musiman tertinggi (51,79) dan dominasi tren terbesar (77,49%). GoPay tetap stabil dengan variasi musiman yang rendah (amplitudo: 3,97; dominasi tren: 26,60%), sedangkan OVO mengalami penurunan konsisten, dengan minat pencarian yang stabil di kisaran 4–6 poin setelah tahun 2023 dan dominasi tren sebesar 60,94%. Hasil peramalan menunjukkan pertumbuhan berkelanjutan DANA, stagnasi GoPay, dan penurunan OVO. Model Prophet secara efektif menangkap tren naik nonlinier dan puncak musiman DANA.