Analisis Varians Anggaran dan Realisasi Belanja Daerah pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Palembang
DOI:
https://doi.org/10.52298/joebis.v3i2.205Kata Kunci:
Varians Anggaran, Realisasi Belanja Daerah, Efisiensi Belanja, BPKADAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan antara anggaran dan realisasi belanja daerah pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Palembang selama Tahun Anggaran 2021–2025. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang berasal dari Laporan Realisasi Anggaran (LRA) yang telah diaudit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa realisasi belanja selama periode 2021–2025 selalu berada di bawah anggaran yang ditetapkan, sehingga seluruh varians tergolong favorable. Persentase realisasi belanja berada pada kisaran 82,48% pada tahun 2021 hingga 93,04% pada tahun 2024, dengan rata-rata realisasi sebesar 89,40% selama lima tahun. Berdasarkan kriteria efisiensi, belanja tahun 2021–2023 berada dalam kategori efisien, sedangkan tahun 2024–2025 termasuk kategori sangat efisien. Varians terbesar terjadi pada tahun 2021 yang masih dipengaruhi oleh kondisi pandemi COVID-19, sementara varians terkecil terjadi pada tahun 2024. Kondisi tersebut menunjukkan adanya perbaikan dalam perencanaan dan pelaksanaan anggaran. Beberapa faktor yang memengaruhi terjadinya varians antara lain ketidaktepatan perencanaan, keterlambatan proses pengadaan, keterbatasan sumber daya manusia, serta perubahan kebijakan pemerintah pusat. Oleh karena itu, BPKAD Kota Palembang perlu meningkatkan kualitas perencanaan berbasis data, mempercepat proses pengadaan, dan memanfaatkan SIPD secara optimal untuk mendukung pemantauan dan pengendalian belanja secara real-time.
Referensi
Cahyo, P. N. (2022). Analisis Kinerja Realisasi Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Pemerintah Kabupaten Bondowoso Tahun 2018–2022. Jurnal Akuntansi Dan Keuangan Daerah, 214–223.
Edtiyarsih, D. D. (2023). Urgensi anggaran kas dalam mewujudkan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang efisien pada Bagian Perekonomian dan Administrasi Pembangunan. JAAKFE UNTAN (Jurnal Audit Dan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Tanjungpura), 12(4), 368. https://doi.org/10.26418/jaakfei.v12i4.74800
Febriana, A. B., & Narastri, M. (2023). Analisis laporan realisasi anggaran (LRA) untuk menilai pelaksanaan anggaran belanja (Studi pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Surabaya). Jurnal Manajemen dan Ekonomi Syariah.
Fitriana, H., & Maulina, I. (2026). Analisis efektivitas pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam perspektif akuntansi sektor publik: Studi literatur. Jurnal Ekonomi dan Akuntansi, 1(1), 73–90.
Gollah, S. N., Paranoan, S., Yamin, N. Y., & Masruddin, M. (2025). Evaluation of regional revenue and expenditure budgets in the Palu City Government. Journal of Applied Accounting, 4(1). https://doi.org/10.52158/jaa.v4i1.1223
Halim, A. (2016). Akuntansi keuangan daerah (Edisi keempat). Salemba Empat.
Hanifa, R., & Amalia, V. (2023). Analisis kinerja keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah pada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten OKI. Jurnal Ilmiah Akuntansi Rahmaniyah (JIAR), 6(1). https://doi.org/10.51877/jiar.v6i1.258
Kasi, A. M. K. (2024). Analisis varians dan pertumbuhan belanja daerah pada Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara. Jurnal Akuntansi, Bisnis dan Keuangan, 1(4), 2015–2024.
Labana, J. K., Aftitah, F. N., Hasanah, K., & Hadi, N. L. F. M. (2024). Analisis kinerja belanja dalam Laporan Realisasi Anggaran (LRA) Tahun 2023 di DKI Jakarta. Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen, 3(1), 44–50. https://doi.org/10.59031/jkpim.v3i1.513
Liyani, Y. A., Suharto, V. T. L. D. P., & Bharata, R. W. (2021). Analisis varian dan pertumbuhan belanja daerah pada Pemerintah Kota Magelang Tahun 2018–2021. Jurnal Akuntansi, Bisnis dan Keuangan, 3(3), 520–528.
Mahmudi. (2016). Analisis laporan keuangan pemerintah daerah (Edisi ketiga). UPP STIM YKPN.
Mahsun, M. (2016). Analisis laporan keuangan pemerintah daerah (Edisi ketiga). UPP STIM YKPN.
Maisarah, & B. (2017). Analisis varians anggaran dan realisasi belanja daerah pada Pemerintah Kabupaten Banjar. Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing Goodwill. https://doi.org/10.35800/jjs.v8i1.15330
Marlina, C., & Akbar, G. G. (2023). Analisis kinerja APBD provinsi di Indonesia: Sebuah studi mengenai rasio keuangan, korelasi metrik dan klasterisasi kinerja. Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara, 10(3), 615–636.
Perangin-Angin, P. G. B., Natalian, E. A., & Bharata, R. W. (2023). Analisis rasio keuangan untuk mengukur kinerja keuangan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2019–2022. Manajemen Kreatif Jurnal, 1(3).
Permatasari, D. A., & Trisnaningsih, S. (2022). Pengaruh kemandirian, efektivitas Pendapatan Asli Daerah dan belanja daerah terhadap kinerja keuangan daerah. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 22(3), 1573. https://doi.org/10.33087/jiubj.v22i3.2581
Putr, A. M., Suriyanti, L. H., & Hastanto, A. M. (2023). Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas pengelolaan keuangan daerah. Jurnal Ekobistek, 12, 1–3. https://doi.org/10.35134/ekobistek.v12i1.500
Setyaningrum, I., & Sukma Nirwana, N. Q. (2024). Efficiency challenges amid budget success in Indonesia. Academia Open, 9(1), 1–15. https://doi.org/10.21070/acopen.9.2024.8173
Sinambela, E., & Pohan, K. R. A. (2016). Analisis kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah pada Pemerintah Provinsi Sumatra Utara. Jurnal Akuntansi, 16(1).
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Ulya, C., & Astuti, E. B. (2018). Analisis pengaruh transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah terhadap kinerja organisasi perangkat daerah. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 13(2), 63–79.
